Langsung ke konten utama

7 GOLONGAN YANG DINAUNGI ALLAH DI AKHIRAT

 7 GOLONGAN  YANG DINAUNGI ALLAH DI AKHIRAT

OLEH : GURHANAWAN, S.H, M.SI

 

Sebagaimana yang kita yakini dalam aqidah Islam, bahwa ada hidup setelah mati, ada akhirat setelah dunia. Perjalanan kita di dunia hanya sementara, nanti di akhirat kita akan mempertanggungmjawabkan semua yang kita lakukan didunia ini, yang lebih dikenal dengan Hisab. Dalam hisab itu, manusia akan ditimbang amal baik dan buruknya, tidak ada satupun yang akan terlewat yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Azza Wajalla.

 Sebelum manusia dihisab, maka manusia dikumpulkan dari generasi awal sampai manusia akhir zaman disebuah tempat yang disebut dengan Padang Mahsyar, tidak berpakaian, matahari sejengkal dari kepala, keringat tidak saja membasahi tubuh tapi menenggelamkan tubuh seperti banjir yang airnya sampai mata kaki, betis bahkan sampai leher, tergantung amal ibadah manusia didunia.

 Tidak ada tempat berlindung untuk menyelamatkan diri, kecuali kepada Allah Azza Wajalla. Siti Aisyah pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, apakah sebagian orang akan melihat aurat orang lain? Jawaban Nabi, karena beratnya siksaan maka manusia pada waktu itu sibuk memikirkan diri mereka masing2 sehingga tidak sempat memikirkann orang lain atau menoleh kekanan dan kekiri melihat orang lain.

Dari beratnya penderitaan yang dirasakan oleh manusia, masih adakah orang yang merasa lega, yang mendapat tempat spesial, yang dilindungi olah Allah? Jawabannya ada, diantaranya ada 7 golongan yang mandapat perlakuan istimewa dari Allah, dilindungi oleh Allah dibawah naunganNya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari (6806) dan Muslim (1031) berikut ini:

 


 “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

Dari hadist diatas disampaikan 7 golongan, bukan berarti sebagai pembatas, sehingga tidak dapat diartikan bahwa golongan yang dilindungi Allah diakhirat kelak hanya terbatas pada 7 golongan ini saja, tapi diantara dolongan yang mendapatkan perlindungan dari Allah ada 7 golongan. Mari kita bahas secara rinci.

1. Imam yang adil

Imam adalah pemimpin, yaitu orang yang diberikan amanah oleh masyarakat mulai dari golngan terendah seperti Rt/Rw sampai ke Presiden, atau bisa juga dipahami  yang memimpin sebuah instansi, organisasi atau seorang suami yang mimpin keluarganya. Pemimpin ini dituntut untuk berlaku adil kepada yang dipimpinnya, sebagaimana hadist nabi berikut :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Ibn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (bukhari, muslim)

Dari hadist diatas, setiap pemimpin harus bertanggung jawab terhadap amanah yang dibebankan kepadanya, bahkan tanggung jawab disini tidka cuma sebatas melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin tapi juga upaya pemimpin untuk memberikan kesejahteraan terhadap yang dipimpinnya.

Pemimpin didalam menjalankan tugasnya, dituntut untuk berlaku adil. Sikap adil yang ada pada dirinya akan menjadikan pemimpin selalu berpandangan objektif. Penilaian terhadap seseorang atau sesuatu persoalan tidak didasarkan pada ukuran like dan dislike, melainkan semata-mata atas dasar mana yang paling menguntungkan dilihat dari segi pencapaian tujuan organisasi atau instansi. Seorang pemimpin yang bersikap adil akan berfungsi dalam menegakkan sesuatu yang menyeleweng, meluruskan semua yang bengkok, memperbaiki semua yang rusak, pemimpin sebagai pilar kekuatan bagi yang lemah, pemimpin sebagai tempat perlindungan bagi yang haknya dirampas dan keadilan bagi anggota timnya yang teraniaya.

 2. Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah

Kita tentu pernah dengar penggalan lirik lagunya Roma Irama yang judulnya Darah Muda, Darah muda, darahnya para remaja. Yang selalu merasa gagah,Tak pernah mau mengalah. Masa muda masa yang berapi-api, Yang maunya menang sendiri, Walau salah tak perduli.

 Ini gambaran pemuda pada umumnya, kehidupannya dihabiskan untuk hura-hura, kesehariannya tidak lepas dengan gadget untuk main game, bahkan sering terlibat tawuran, dan lain sebagainya. Tapi ada pemuda yang kesehariannya jauh dari hal2 yang negatif dan yangt tidak bermanfaat, dia habiskan waktu mudanya mendalami ilmu2 agama, dia pelihara sholat 5 waktu secara berjamaah, ditangannya selalu terdapat kitab suci untuk dibaca, serta terjauh dari dosa dan maksiat, maka pemuda seperti inilah yang akan dilindungi oleh Allah di akhirat kelak.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah. (HR Ahmad 2/263, Thabrani dalam “Al Mu’jamul kabir” 17/309)

 Yang dimaksud shabwah adalah pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan

3. Seseorang yang hatinya bergantung ke masjid

Masjid adalah rumah Allah, rumah tempat beribadah dan mengingat Allah, dimasjid tersedia kenyamanan dan ketentraman hati, orang yang beriman dan bertaqwa hatinya akan terpaut dengan masjid.

Ada sebuah lirik syair yang mengatakan :

 المؤمن في المسجد كالسمك في الماء والمنافق في المسجد كالطير في الشبكة

"Orang mukmin dalam masjid bagaikan ikan dalam air, sementara orang munafiq itu tak ubahnya burung dalam sangkar,"

Hati yang bergantung ke masjid, adalah hati yang selalu memperhatikan seruan Allah melalui azan untuk melaksaakan sholat berjamaah, sehingga setelah dia selesai melakukan satu sholat dia berharap kembali untuk kembali ke masjid untuk sholat2 berikutnya, juga berdiam di masjid untuk melantunkan ayat2 alqura’an, berzikir, bertasbih dan sebagainya.

Orang yang hatinya bergantung ke masjid, selalu memikirkan untuk megimarahkan masjid, memakmurkan dan menghidupkan masjid, termasuk juga memikirkan keindahan dan kenyamanan masjid, sehingga dia merasa bahwa masjid adalah bagian dari kehidupannya, bukan kehidupannya sebagian untuk masjid.

Orang yang hatinya berganting dengan masjid, maka masjid akan menjadi saksi dihadapan Allah bahwa dia ahli masjid, maka dia akan dilindungi oleh Allah

 4. Dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya

Mencintai merupakan fitrah  bagi manusia, tapi dalam hal mencintai ini ada dilatarbelakangi karena sesuatu seperti harta, jabatan dan lain sebagainya dan ada juga mencintai karena Allah. Orang yang akan dilindungi oleh Allah diakhirat kelak, orang yang mencintai semata2 karena Allah.

 Al-imam Ibnul Qayyim -رحمه الله- mengatakan:

Beda antara seseorang yang mengatakan kepadamu dengan lisannya:

“Aku mencintaimu, sementara keadaannya tidak mendukung pernyataannya tersebut.”

“Dengan seseorang yang diam tidak berbicara (mengungkapkan cintanya karena Allah dengan lisan) sementara kamu melihat bukti-bukti nyata dari semua keadaannya yang mendukung cintanya kepadamu.”(Tariqatul Hijratain: 314)

Pernyataan Ibnu Qayyim ini sangat  sederhana, tapi inilah arti sebuah cinta. Cinta itu mendorong pada ketaatan, saling menasihati kebaikan, menjaga dari keburukan, dan mengutamakan keridaan Allah di atas kepentingan duniawi, tercermin dari amalan seperti mengajak ibadah, mengingatkan kematian, bersikap tulus tanpa pamrih, dan menerima ujian sebagai bentuk kasih sayang Allah, bukan karena sebab duniawi.  

Orang yang mencintai karena Allah, maka dia akan saling mendukung, saling mengingatkan untuk beribadah dan menjauhi maksiat. Kedekatannya bukan karena mendapatkan sesuatu hal tapi karena dia merasa bisa saling membantu untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Orang memcintai karena Allah,  tidak akan fanatik, cinta buta atau mendukung semua yang dilakukan temannya, walaupun salah, akan tetapi melihat sesuatu dengan pandangan agama, sehingga mendukung kebenaran dan mengingatkan kesalahan.

5. Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’

Pada saat ini, pergaulan bebas sudah menjadi pandangan yang lumrah, para remaja, anak sekolahan tidak malu2 lagi melakukan sesuatu kepada lawan jenisnya seperti bergandengan, berpelukan bahkan berciuman di depan umum. Yang lebih miris lagi, yang mereka lakukan diketahui oleh orang tuanya sementara orang tua tidak ada komentar apapun. Kita juga pernah mendengan pacaran pra nikah, dimana mereka telah melakukan sesuatu secara bebas kepada teman perempuannya selain hubungan badan, karena hubungan badanlah harus nikah terlebih dahulu. Kalau kita sebut, banyak lagi perbuatan2 para remaja terhadap lawan jenis yang membawa kepada lembah kemaksiatan atau perzinaan.

Dari hiruk pikuknya dunia remaja, ada remaja yang bisa menjaga diri dari itu semua, dia takut kepada Allah, sehingga jika dia dirayu oleh perempuan cantik, dia mengatakan “sesungguhnya aku takut kepada Allah”. Pemuda atau laki2 yang berprinsip seperti ini, insyaallah didunia kehidupannya akan selamat dan di akhirat dia akan mendapat perlakuan spesial dari Allah, akan dilindungi oleh Allah diwaktu orang lain membutuhkan perlindungan.

 6. Seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya

Diantara penyebab dihapuskannya pahala sedekah adalah menyebut2 sedekah yang telah kita berikan, hal ini sesuai dengan ayat Allah :

Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir. (Al-baqarah:264)

Sedekah bisa menjadi pelindung bagi kita diakhirat kelak, tentunya sedekah yang diberikan ikhlas karena Allah tidak dengan tujuan pamer dan dipuji oleh orang lain. Istilahnnya sedekah dengan tangan kanan, tidak diketahui oleh tangan kiri. Sekirannya sedekah kita diketahui oleh orang lain, tapi bukan kita yang ingin untuk diketahu, ini tidak masalah.

7. Seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

Golongan yang ketujuh yang akan dilindungi oleh Allah diakhirat kelak, adalah orang yang takut kepada Allah, diwaktu ramai dan sepi, bahkan zikir kepada Allah diwaktu sepi karena takutnya kepada Allah sehingga meneteskan air matanya.

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Seseorang yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan dimasukkan ke dalam neraka, hingga air susu kembali ke kelenjarnya. Tidak mungkin berkumpul padanya debu dijalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan asap api neraka“. [HR at-Tirmidzi no: 1633].

Meneteskan air mata, bukti hati yang hidup, sementara air mata yang beku, tidak sedih dan menyesal terhadap kesalahan dan kelalaian, bukti hati yang mati.

Imam Ibnu Athaillah dalam Matan Al-Hikam-nya menyebut semua itu sebagai tanda kematian hati:

 من علامات موت القلب عدم الحزن على ما فاتك من الموافقات وترك الندم على ما فعلت من وجود الزلات
“Salah satu kematian hati adalah tidak adanya kesedihan atas kesempatan ibadah yang terlewat dan tidak adanya penyesalan atas kehilafan yang pernah dilakukan.”

Itulah 7 golongan yang akan mendapatkan perlindungan oleh Allah di akhirat kelak, semoga kita dan para pembaca termasuk didalamnya. Aaamiin..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembayaran Zakat Fitrah Ditengah Pandemi Covid 19

PEMBAYARAN ZAKAT FITRAH DITENGAH PANDEMI COVID 19 Oleh : GURHANAWAN. SH.M.Si Suasana Ramadhan tahun ini berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, dimana pada Ramadhan tahun 1441 H (2020 M) kita tengah dicoba dengan wabah penyakit yang menakutkan yang dikenal dengan Virus Corona (Covid 19 ). Dari wabah tersebut, berbagai kebijakan dilakukan oleh pemerintah yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona seperti Physical Distancing (menjaga jarak), karantina daerah, dan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ). Inti dari kebijakan ini, pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga jarak, menjauhi kerumunan masa, dan selalu dirumah saja. Konsekuensi dari kebijakan ini, masyarakat tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa sehingga terjadilah kemerosotan dalam masalah ekonomi, para pedagang tidak bisa lagi berjualan karena sebagian pasar ada yang ditutup, driver ojek online sulit untuk mendapatkan orderan, pekerja harian tidak mendapatkan pekerjaan, bahkan ...
GURHANAWAN.SH.M.Si